Cara Termudah Mengatasi Kacer Mbagong - Burung
yang memiliki nama latin atau ilmiah Copsychus saularis ini, memang mempunyai
suara yang merdu, lantang, dan bervariasi. Disamping suaranya yang cukup
menjanjikan, burung dari genus Copsychus ini juga dibekali dengan gaya yang
khas, yaitu ngobra. Ngobra sendiri adalah gaya bertarung khas yang dimiliki
oleh burung berbadan gempal ini. Namun dibalik gayanya yang khas, ternyata
kacer juga mempunyai gaya namun yang sifatnya justru cenderung merujuk pada hal
yang kurang bagus, yaitu mbagong atau ngebagong. Mbalon, nguda laut, dan
mbedesi adalah istilah lain dari kacer mbagong.
![]() |
Cara Termudah Mengatasi Kacer Mbagong |
Mengingat
kacer mbagong, cukup wajar kalau banyak dibilang bahwa kurang bagus. Pasalnya
ngebagong merupakan perilaku yang kurang enak untuk dipandang, karena burung
akan bertingkah tidak seperti pada umumnya. Mengembangkan bulu seperti balon,
mendongakkan kepala layaknya kuda laut, menekuk ekornya ke bawah, sembari
diiringi dengan suara yang begitu-begitu saja tanpa gacoran yang bervariasi,
adalah petanda dari burung yang sedang ngebagong. Dan hal tersebut, pastinya
akan membuat resah setiap pemiliknya jika berlangsung secara berkepanjangan.
Oleh karena itu, supaya tidak menjadi suatu kebiasaan maka sebaiknya cara
mengatasi kacer mbagong segera dilaksanakan.
Ngebagong adalah perilaku bawaan atau alami, yang mana setiap burung kacer pasti memilikinya. Dengan kata lain, ngebagong mungkin tidak akan dapat dipisahkan dari burung yang dikelompokkan pada suku Muscicapidae ini. Meski tidak dapat dihilangkan, akan tetapi setidaknya ngebagong masih bisa ditangani. Untuk penyebab mbagong sendiri, bisa terjadi lantaran banyak faktor misalnya karena kondisi burung tidak fit, mandi yang tidak intensif, pola tangkringan dan sangkar tidak sesuai, pemberian EF yang kurang tepat, dan lain sebagainya.
Apabila ngebagong disebabkan oleh beberapa hal tersebut, maka mengatasi kacer mbagong bisa
dengan cara sebagai berikut;
Pulihkan Kondisi,
Mungkin Kacer Sedang Tidak Fit
Burung
kacer yang kondisinya tidak fit, biasanya bisa diketahui dengan cara mengamati
pada bagian kotoran pada bagian bawah sangkarnya. Apabila sebelumnya burung
tidak ngebagong, namun kemudian ia sering mbagong, maka ada baiknya untuk
segera mengamati kotorannya. Kalau kotoran burung terlihat mengandung banyak
air atau lebih tepatnya mencret, bisa dipastikan bahwa kondisinya sedang tidak
fit, karena ia mengalami gangguan pencernaan. Karena burung yang tidak fit
sedang berada dalam kondisi yang kurang sehat, cukup memungkinkan kalau bisa
membuatnya sering ngebagong.
Gangguan
pada pencernaan yang menyebabkan burung jadi sering mencret, dapat terjadi
karena burung sedang stres ataupun lantaran terserang penyakit. Stres sendiri
bisa disebabkan oleh sangkar yang kondisinya terlalu kotor, dan cukup
memungkinkan kalau membuat burung jadi merasa kurang nyaman sehingga kerap
stres. Disamping itu, serangan penyakit juga bisa ditimbulkan oleh bakteri yang
bersarang pada kandang kotor. Oleh karena itu, ada baiknya untuk selalu
memperhatikan kebersihan kandang agar burung senentiasa sehat dan terjauh dari
stres.
Apabila
sudah benar-benar yakin kalau mbagong terjadi lantaran burung mengalami
gangguan kesehatan. Semisal burung terserang penyakit seperti cacingan, yang
mana ditandai dengan kotoran mengandung banyak air atau menceret disertai
dengan gelembung-gelembung, maka memberikan obat cacingan adalah salah satu
penanganan yang tepat. Disamping itu, kebanyakan kacer sangat sensitif terhadap
perubahan makanan khususnya voer. Kalau merk voer yang diubah tidak sesuai
dengan pencernaan-nya, maka ia akan rentan mengalami mbagong. Oleh sebab itu,
sebaiknya berikan voer secara konsisten.
Mandi
yang Intensif
Memandikan
kacer secara tidak intensif, juga bisa jadi penyebab ngebagong. Dan pemandian
intensif sendiri, di sini adalah yang dilakukan dengan teratur dan tepat pada
waktunya. Karena mandi dapat membuat burung merasa lebih nyaman lantaran tubuh
yang bersih dan segar, maka sangat baik jika diterapkan secara teratur dan
tepat waktu, agar kacer tidak sampai jadi mbagong. Pasalnya, kalau burung
jarang dimandikan ataupun tidak tepat waktu, sangat memungkinkan bahwa bisa
membuatnya jadi sering ngebagong.
Sedangkan
untuk mengetahui pelaksanaan mandi burung yang intensif atau tepat waktu,
dimana kala burung benar-benar merasa ingin mandi, dapat dilakukan dengan cara
memasukkannya ke dalam keramba mandi. Dengan begitu, kita akan mengetahui kapan
waktu yang diinginkan oleh burung untuk mandi, sehingga bisa memberikan
pemandian yang teratur dan tepat waktu. Disamping itu, supaya tahu lebih rinci
mengenai jam-jam yang digemarinya untuk mandi, ada baiknya jika metode tersebut
dilakukan rutin pada pagi, siang, sore, ataupun malam hari.
Apabila
di waktu-waktu tertentu burung mau mandi misalnya pada pagi hari, namun di
siang, sore dan malam hari ia enggan mandi pada keramba, maka bisa diketahui
bahwa jam yang digemarinya untuk memandikan diri adalah di pagi hari, bukan
siang, sore ataupun malam hari. Memandikan burung dengan cara dimasukkan pada
keramba mandi, bertujuan agar bisa membuatnya lebih nyaman saat mandi dengan
waktu yang diinginkan, dan tanpa harus dipaksakan. Kalau itu semua sudah
berjalan dengan baik, maka niscaya burung tidak akan rentan mbagong.
Sesuaikan
Pola Tangkringan dan Sangkar
Mengganti
sangkar dan merubah pola penempatan tangkringan, banyak diyakini bahwa bisa membuat
kacer jadi sering ngebagong. Pasalnya jika awalnya burung sudah merasa nyaman
dengan sangkar yang ditempati olehnya, begitupun dengan pola tangkringan yang
biasa dipakai untuk bertengger, namun kemudian sangkar dan penempatan
tangkringan itu diganti, maka tidak menutup kemungkinan kalau dapat mengurangi
atau bahkan menghilangkan rasa kenyamanan burung.
Disamping
itu, apabila kenyamanan burung sampai terganggu ataupun hilang, maka sangat
memungkinkan kalau nantinya dapat memicu terjadinya burung yang seringkali
nguda laut. Sedangkan untuk mengatasi kacer mbagong yang terjadi karena kandang
dan pola tangkringan-nya diganti, bisa ditangani dengan cara mengembalikan
sangkar begitupun penempatan tangkringan seperti sedia kala dimana yang biasa
ditempati oleh burung untuk bersinggah dan bertengger.
Mengatur
Pemberian Ekstra Fooding
Pemberian pakan
kacer EF (Ekstra Fooding) yang berlebihan, ternyata juga bisa memicu
terjadinya kacer ngebagong. Agar mengetahui jumlah jangkrik (kali ini EF yang
dipakai sebagai contoh adalah jangkrik) yang baik diberikan kepada burung dan
supaya tidak sampai berlebihan, maka pemilik dapat mengubah atau mengurangi
jumlah pemberiannya secara bertahap. Kalau biasanya burung diberi 4 – 5 ekor
jangkrik atau lebih, maka tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan
menurunkan jumlah porsinya menjadi 3 ekor di pagi dan sore hari.
Apabila
penurunan porsi jangkrik yang mana jadi 3 ekor, sudah berjalan hingga 5 hari,
setelah itu bisa ditingkatkan menjadi 4 ekor pagi dan sore hari. Menginjak 10
hari pertama, pemberian jangrik bisa ditambah menjadi 5 ekor. Setelan berjalan
selama 14 hari, burung bisa dicoba untuk digantang (bisa dilombakan, dilatber,
ataupun diadu dengan kacer lain). Kalau saat ditarungkan ia masih ngebagong,
maka porsi jangkrik tetap diberikan 5 ekor pagi dan sore secara konsisten.
Disamping itu, ada baiknya jika burung diberi 2 – 3 ekor ulat bumbung / ulat
bambu setiap hari. Memberikan ulat bambu secara rutin, banyak diyakini bahwa
mampu mengurangi atau bahkan mengatasi kacer mbagong.
Source:
cara
membedakan burung cucak ijo jantan yang masih polos, cara membuat kacer
mbagong, cara menghilangkan kacer mbagong, download suara ciblek betina untuk
memancing ciblek jantan
No comments:
Post a Comment