Perawatan Kacer Biar Cepat Gacor atau Cepat Bunyi - Merawat
aneka macam jenis burung berkicau, hal yang paling dinantikan adalah ketika ia
lekas mampu buka paruh dengan suara yang lantang dan bervariasi. Pernyataan
serupa juga tak jarang diidamkan oleh para kicau mania selaku pemelihara burung
bernama latin Copsychus saularis ini. Namun untuk memperoleh pengicau yang
bersuara mumpuni, tentu bukanlah perkara instan. Sebab selain karena pakan yang
diberikan, perawatan kacer harian juga sangat menentukan potensi kacer untuk
kedepannya.
![]() |
Perawatan Kacer Biar Cepat Gacor atau Cepat Bunyi |
Perawatan Kecer Biar Cepet Gacor - sesungguhnya
tidaklah sulit untuk diterapkan. Bisa dibilang begitu, sebab setelan burung
dari genus Copsychus ini pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan rawatan yang
umum diberikan terhadap pengicau jenis lainnya. Hanya saja khusus untuk kacer
yang merupakan hasil tangkapan hutan, karena masih liar atau giras maka ia
perlu dijinakkan terlebih dahulu. Sehubungan dengan itu, meski hasil tangkapan
hutan umumnya masih giras tetapi belum tentu burung ternak atau budidaya
kondisinya sudah jinak.
Namun
kelebihan dari burung ternak atau budidaya yaitu kebanyakan sudah mau makan
voer. Sedangkan untuk hasil tangkapan hutan, umumnya masih sulit atau bahkan
enggan mengkonsumsi voer. Oleh karena itu, supaya pengicau yang dikelompokkan
pada keluarga atau suku Muscicapidae ini lekas jinak, baik itu yang berasal
dari hutan ataupun hasil budidaya, maka metode penjinakkan adalah upaya yang
sangat tepat. Tujuan dari penjinakkan burung adalah agar ia lebih mudah untuk
dimaster, ataupun diberi perawatan kacer lainnya.
Sedangkan
untuk burung tangkapan, agar ia lebih gemar mengkonsumsi voer sehingga
kebutuhan protein-nya bisa tercukupi dengan baik, ada baiknya jika segera
dilatih supaya mau makan voer. Di dalam voer terdapat kandungan nutrisi yang
belum tentu ada pada EF. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa betapa
pentingnya pemberian EF guna memenuhi kebutuhan berbagai nutrisi yang belum
tentu terkandung pada EF. Selain itu, beberapa merk voer tak jarang yang
mengandung zat tertentu, yang berguna untuk mencegah burung agar tidak rentan stres.
Untuk lebih ringkasnya, berikut ulasan sub bab mengenai perawatan kacer harian
untuk dewasa / bakalan.
Dijinakkan
Lebih Dulu
Menjinakkan
juga termasuk perawatan kacer paling awal. Pemandian tidak dilaksanakan seperti
biasanya. Kalau pada umumnya pemandian dilakukan tidak secara basah kuyup,
namun kali ini memandikan dilakukan hingga basah kuyup. Proses memandikan bisa
dilakukan dengan disemprot menggunakan sprayer ataupun lewat keramba mandi. Dan
pada saat kondisi basah kuyup burung akan mudah lapar. Di saat itulah pemilik
bisa melakukan pendekatan dengan memberikan voer atau EF agar burung semakin
terbiasa dengan keberadaan pemilik.
Semakin
sering metode sedemikian diterapkan, maka makin bergantung pula ia pada
pemiliknya. Tanpa disadari lama-kelamaan kacer akan menjadi lebih jinak. Namun
perlu diketahui bahwa EF atau voer sebaiknya segera diberikan sebelum
burung merasa terlalu kelaparan. Terlepas dari itu, selain dengan memberikan
pakan dikala burung sedang dalam kondisi lapar, menjinakkan juga bisa dengan
siklus penggantangan. Tindakan yang pertama adalah dengan menggantang burung
pada ketinggian di tempat yang ramai atau padat aktivitas manusia.
Setelah
itu, tepat pada minggu kedua, ketinggian gantangan sedikit diturunkan. Lepas
dari dua minggu kemudian, atau lebih tepatnya memasuki minggu ke tiga, burung
digantang dengan ketinggian yang normal seperti pada umumnya. Penggantangan
dapat ditempatkan di teras rumah, halaman depan pertokoan, bawah pohon rindang,
atau wilayah-wilayah ramai lainnya. Tujuan dari penggantangan ini sendiri yaitu
supaya burung bisa terbiasa dengan kehadiran manusia, khususnya selain pemilik
daripada burung itu sendiri.
Menjinakkan
kacer yang terakhir adalah dengan pengaturan pemberian pakan EF. Tindakan yang
pertama yaitu dengan mengosongkan wadah pakan di saat burung dikerodong pada
malam hari. Tepat di pagi harinya, otomatis burung akan merasa lapar. Pada saat
ia kelaparan, inilah waktu yang tepat untuk menyuapi EF seperti jankgkrik, yang
mana dilakukan dengan memanfaatkan sebatang lidi. Lakukan kebiasaan tersebut
secara rutin, dan terus kurangi atau potong lidi hingga ukurannya menjadi lebih
pendek.
Jika
lidi semakin pendek atau sekiranya sudah tidak mungkin untuk dipotong lagi,
maka jangkrik bisa diberikan dengan tangan kosong. Namun biasanya burung tidak
langsung mau disuapi dengan tangan. Kalau sampai seperti itu, upaya yang bisa
dilakukan adalah mengulang kembali penyuapan melalui lidi. Menyuapi burung
dengan lidi terus dilakukan hingga burung benar-benar mau disuapi dengan tangan
kosong. Di saat burung sudah mau diberi EF berupa jangkrik menggunakan tangan,
maka lambat laun ia akan terbiasa dan jinak pada pemiliknya. Setelah jinak,
perawatan kacer selanjutnya ialah tahap makanan.
Dilatih
untuk Makan Voer
Tidak
semua kacer enggan makan voer. Akan tetapi untuk burung bakalan yang merupakan
hasil dari tangkapan hutan, secara umum pada awalnya pasti tidak mau terhadap
voer. Oleh sebab itu ia harus dilatih terlebih dahulu supaya mau mengkonsumsi
pakan kering tersebut. Di dalam veor mengandung aneka macam nutrisi khususnya
protein yang mana sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang burung, terutama pada
segi kesehatan dan perkembangan kemampuan berkicaunya.
Karena
kandungan protein-nya yang bagus untuk perkembangan burung, maka sangat
disayangkan kalau ia tidak mau menyantapnya. Disisi lain, sedangkan untuk cara
melatih kacer agar mau makan voer, bisa dilakukan dengan mengurangi pemberian
EF dan selalu menyediakan voer di dalam wadah makanannya. Tetapi sebaiknya
usahakan jangan sampai terlambat memberikan EF kalau burung masih belum mau
mengkonsumsi voer, sebab melatihnya untuk makan voer membutuhkan waktu yang
agak lama.
Setelan
Pakan Harian
Perawatan
kacer biar gacor pada tahapan kali ini sebenarnya harus diperhatikan
betul-betul. Rawatan murai batu harian yang umum diterapkan oleh kebanyakan
kicau mania, yaitu dengan rutin memberikan pakan EF. Namun hal yang perlu
diperhatikan adalah pemberian EF yang harus divariasi supaya berbagai macam
kebutuhan nutrisi burung bisa terpenuhi dengan sempurna. Disamping itu, adapun
beberapa EF yang dapat diberikan antara lain jangkrik, belalang, orong-orong,
kroto, cacing tanah, ulat hongkong, dsb.
Jenis-jenis
EF tersebut, sangat baik jika diberikan secara selang-seling atau divariasi.
Namun takaran atau porsinya pun juga harus disesuaikan dengan karakter burung,
dan sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan. Semisal apabila kroto
diberikan dengan porsi yang tinggi dan burung belum terbiasa, maka dampak
kurang bagusnya yaitu bisa memicu over birahi. Umumnya kroto diberikan sebanyak
satu sendok teh dalam seminggu. Sedangkan jangkrik, kebanyakan para kicau mania
memberikannya 5 ekor dalam sehari.
Kalau
EF misalnya berupa kroto sudah terlanjur diberikan secara berlebihan, sehingga
burung jadi over birahi maka tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan
mengurangi atau menghentikan pemberiannya sementara waktu. Sedangkan untuk penanganan
atau penurunan over birahi, pemilik bisa memberikan ulat bumbung / ulat bambu
rutin setiap harinya. Memberikan ulat bambu oleh para penghobi burung kicauan,
banyak dipercaya bahwa mampu menurunkan tingkat birahi terhadap kacer yang over
birahi.
Setelan
Harian
Setelah
semua perawatan kacer rajin gacor sebagaimana yang telah di sampaikan
seperti di atas sudah diterapkan dengan rutin, teratur dan konsisten, maka
setelan harian bisa segera dilaksanakan dengan semestinya. Rawatan harian yang
umum diberikan oleh para pencetak kacer jawara, sebenarnya tidaklah jauh beda
dengan setelan yang banyak diterapkan oleh kicau mania pada umumnya. Misalnya
dengan rutin memandikan, menjemur tepat waktu, selalu menjaga kebersihan
sangkar, pemberian pakan yang bervariasi, mengkerodong pada malam hari, dll.
Selain
itu, masih ada perawatan kacer tambahan yang banyak terbukti mampu
memoles suaranya agar lebih menjanjikan. Setelan tambahan tersebut adalah
pemasteran. Memaster bisa dilakukan di pagi hari seusai burung mandi, dijemur,
dan dibersihkan kandangnya. Atau pada sore hari setelah ia dimasukkan ke dalam
rumah. Kalau pagi dan sore tidak sempat memberikan pemasteran, maka bisa
dilaksanakan malam hari sesudah burung dalam kondisi dikerodong. Bahan yang
dapat dipakai untuk memaster, bisa dengan menggunakan suara kacer MP3 maupun
gacoran burung jenis lain.
Source:cara merawat burung kacer yang sudah makan voer biar rajin bunyi, cara merawat kacer cepat gacor, Cara merawat kcer wulung jarang bunyi supaya gacor, kacer hitam gacor, Kacer jarang bunyi, Merawat bvurung kacer biar cepet gaxior, merk voer yg cocok untuk kacer, pancinga kacer tangkapan hutan biyar cepet gacor, perawatan kacer dan murai biar cepat gacor
No comments:
Post a Comment