Cara
Mengatasi Murai Batu Ngebatman ini Solusinya - Burung yang memiliki nama latin
Copsychus malabaricus ini memang memiliki perawakan sekaligus suara yang cukup
menjanjikan. Namun sekedar tahu dibalik suara murai batu yang banyak dibilang
begitu merdu, lantang, dan bervariasi, ternyata burung dari genus Copsychus ini
juga sering melakukan kebiasaan yang dinilai kurang bagus oleh para kicau
mania. Kebiasaan tersebut tidak hanya macet bunyi saja, akan tetapi juga
perilaku yang mana menandakannya sedang berada dalam kondisi yang tidak bagus,
yaitu ngebatman atau juga biasa disebut dengan istilah ngelowo.
![]() |
Murai Batu Ngelowo |
Sehubungan
dengan murai batu ngebatman, yang mana kerap kali diklaim bahwa kebiasaan ini
kurang bagus, bisa dibilang begitu bukan tanpa sebab. Pasalnya, kebiasaan
tersebut banyak dipercaya bahwa merupakan tanda-tanda dari burung yang sedang
mengalami turun mental karena sehabis kalah bertarung dengan pejantan lain yang
sejenis. Disamping turun mental, over birahi juga tak jarang ditujukan pada
burung yang sedang ngelowo. Oleh karena itu, supaya lekas kembali pada keadaan
semula dimana nafsu bertarungnya tinggi kembali, maka ada baiknya jika cara
mengatasi murai batu ngebatman segera diterapkan.
Selain
turun mental dan over birahi, kondisi burung yang terlalu jinak begitupun
penjemuran yang terlalu over, ternyata juga banyak dibilang dapat memicu murai
batu menjadi ngebatman atau ngelowo. Namun untuk burung yang cukup jinak, tidak
menutup kemungkinan kalau penampilannya saat bertarung jadi kurang bagus.
Bahkan saat ini telah banyak burung yang jinak tapi kerap memborong juara saat
dilombakan. Terlepas dari itu, apabila ngelowo disebabkan oleh penurunan mental
bertarung, over birahi, terlalu jinak, penjemuran yang over, cara menangani
murai batu ngebatman bisa dengan beberapa metode sebagai berikut:
Kalah
Mental Saat Tarung
Mengatasi murai
batu ngebatman yang disebabkan oleh penurunan mental seusai kalah
bertarung, bisa dengan mengatur pemberian pakan murai batu yang
berupa EF seperti jangkrik misalnya. Namun saat memberikan EF tidak dibatasi
dengan jumlah-jumlah tertentu, tetapi terus diberikan semau burung. Kalau ia
sudah benar-benar tidak mau, barulah pemberian dihentikan supaya jangkrik tidak
membusuk sia-sia.
Penanganan
murai batu ngebatman akibat penurunan mental dilakukan dengan cara mengatur
pemberian pakan, sebenarnya cukup memungkinkan. Bisa dibilang begitu, sebab
mental burung yang menurun juga bisa terjadi karena kebutuhan protein tinggi
seperti jangkrik dan kroto tidak terpenuhi dengan baik. Disamping itu, selama 1
– 2 bulan usahakan burung yang turun mental tersebut jangan dipertemukan dengan
burung lain.
Over
Birahi
Murai
batu yang birahinya terlalu over, biasanya akan sering ngebatman atau ngelowo
saat bertarung dengan pejantan lain. Karena ia lebih kerap atau terbiasa
ngebatman, tidak menutup kemungkinan kalau mentalnya pun juga ikut menurun.
Oleh karena itu, sebaiknya burung tersebut jangan dilombakan terlebih dahulu
hingga sekitar 1 sampai 2 bulan, atau sekiranya mental yang dimilikinya sudah
didapatkan kembali seperti sediakala.
Untuk
cara menangani murai batu ngelowo yang terjadi lantaran over birahi adalah
sebagai berikut; mengurangi EF seperti jangkrik begitupun kroto, rutin
mengembunkan setiap pagi hari, mengurangi lama waktu penjemuran, diberi
multivitamin secara teratur, dan rutin di umbar ke dalam kandang umbaran.
Selain itu, cacing tanah dan ulat bumbung atau ulat bambu, sangat baik
diberikan kepada murai yang sedang over birahi. Bisa begitu sebab kedua jenis
pakan itu, banyak diyakini bahwa mampu menurunkan tingkat birahi burung yang
berlebihan.
Terlalu
Jinak
Meski
murai batu yang terlalu jinak belum tentu kurang bagus jika dilombakan, akan
tetapi apabila ini terjadi maka sangat dianjurkan untuk segera ditindaklanjuti.
Sebab kalau dibiarkan, maka lama-kelamaan burung tersebut akan jadi super
jinak. Dan apabila hal itu sampai terjadi, pada umumnya burung akan kerap
menaikkan ekornya ke atas, membusungkan dada, menurunkan sayap, dan suaranya
kurang bervariasi bila didekati seseorang. Burung yang sedemikian rupa jika
didekati, tentunya akan mengurangi penilaian lomba saat didekati sang juri
gantangan. Oleh karena itu, supaya terhindar dari pernyataan sedemikian rupa,
ada baiknya jika tidak mengabaikan perilaku burung yang jinak.
Burung
yang super jinak dan tidak segera ditindaklanjuti, kemungkinan besar bisa
menjadikannya sangat manja pada pemiliknya. Kalau itu berlangsung secara
berkepanjangan, tidak menutup kemungkinan kalau lama-kelamaan murai jadi
ngelowo jinak. Untuk cara mengatasi murai batu yang ngebatman karena terlalu
jinak, yaitu dengan mengubah kebiasaan saat memberikan pakan EF seperti
jangkrik. Kalau biasanya jangkrik diberikan dengan cara disuapkan pada burung,
maka segera hentikan. Dan hanya berikan jangkrik dengan cara dilempar ke dalam
sangkar agar burung mau mengejarnya dan lebih giras, sehingga ia lebih terhindar
dari perilaku yang super jinak.
Over
Penjemuran
Kalau
sudah diperkirakan murai batu jadi ngebatman bukan karena penurunan mental,
over birahi, ataupun terlalu jinak, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan
lebih memperhatikan proses penjemuran yang diberikan. Sebab penjemuran yang
terlalu berlebihan atau berlangsung dengan jangka waktu lama, ternyata juga
banyak dibilang bahwa dapat memicu terjadinya ngelowo. Oleh karena itu, ada
baiknya jika penjemuran selalu di kontrol dan kalau bisa diusahakan disesuaikan
dengan karater burung itu sendiri. Dengan kata lain, ada burung tertentu yang
sesuai jika dijemur dengan waktu lama, begitupun sebaliknya.
Sedangkan
untuk cara mengatasi murai ngebatman yang terjadi lataran proses penjemuran
terlalu berlebihan, yaitu bisa dengan mengurangi waktu penjemuran itu sendiri.
Kalau sebelumnya, biasanya burung dijemur selama 1 jam selama sehari, maka
dapat menguranginya menjadi ½ jam atau sekiranya burung tidak sampai terlihat
kepanasan. Selain mengurangi waktu proses penjemuran, pemilik juga bisa
menambahkan jumlah pemandian yang diberikan pada burung. Apabila sebelumnya
burung dimandikan hanya 1 kali selama sehari, maka bisa menambahkannya menjadi
2 kali, atau lebih asalkan burung tetap terlihat nyaman.
No comments:
Post a Comment